Penerbit Spring

Resensi Novel ( The Forbidden Wish - Jessica Khoury )

Juni 01, 2017



Judul : The Forbidden Wish
Penulis : Jessica Khoury
Penerjemah : Mustika
Pemeriksa Bahasa : Orinthia Lee
Penyunting : Novianita
Cetakan Pertama, Maret 2017
Penerbit : Spring
Tebal : 404 halaman; 20 cm
ISBN : 978-602-60-443-3-4
Rate : 3,8/5 Bintang

Sinopsis

Gadis itu adalah Jinni terkuat dari semua Jin, Pemuda itu adalah pencuri jalanan.

Saat Aladdin menemukan lampu Zahra, gadis itu dilontarkan kembali kedunia yang tidak dilihatnya selama ratusan tahun. Kemerdekaannya yang terikat pada lampu mengharuskannya untuk memenuhi tiga permintaan Aladdin.
Namun, saat raja dari para Jin menawarkan kebebasan kepada Zahra, gadis itu mengambil kesempatan itu, hanya untuk menyadari bahwa dia jatuh cinta pada pencuri jalanan itu.
Saat kemerdekaannya hanya bisa di raih dengan mengkhianati Aladdin, jalan manakah yang akan dia pilih ?Apakah kebebasannya sepadan dengan kehancuran hatinya?

     ***

Buku ini menceritakan seorang Jin dari lampu ajaib bernama Zahra dan seorang pencuri Jalanan bernama Aladdin. Aladdin menemukan lampu ajaib Zahra yang telah terkubur di dalam gua selama ratusan tahun. Namun, selama ratusan tahun itu pula Zahra menginginkan kebebasan. Kebebasan yang dia dapatkan dulu, sebelum menghianati sahabatnya Ratu Roshana. Dia hanya bisa berharap Raja Jin Nardukha membebaskannya dari lampu ajaibnya. Hingga akhirnya kesepakatan itu terjadi, ada harga yang harus di bayar. Yaitu pengianatan terhadap Aladdin, namun akankah Zahra sanggup mengkhianati Aladdin?


Retteling dari cerita 1001 malam Aladdin ini mampu menyeret ingatanku pada masa kecilku, kembali memikirkan, Jika saja aku mempunyai lampu ajaib seperti yang Aladdin punya? Seandainya aku mempunyai karpet terbang seperti yang di punyai Aladdin. Aku akan meminta hal yang akan paling membahagiakan dan akan pergi ketempat yang sangat ingin aku kunjungi.

“Akulah Budak Lampu, Jin Hebat dari Ambadya. Aku memegang kekuatan untuk mengabulkan tiga permohonanmu. Perintahkanlah, maka aku, budakmu akan patuh. Wahai anak manusia, Karena itulah hukum Nardukha.” Zahra – Hal 11

Cara bercerita penulis yang sangat menarik dan asik, narasi yang puitis membuataku terkesan. Di tambah saat Zahra seakan sedang berbicara kembali dengan sahabat lamanya Ratu Roshana.
Jalan Cerita yang mengalir dan menghanyutkan aku dalam cerita. Membawaku masuk kedalam dongeng 1001 malam tersebut.

“Terlalu besarkah harapan itu, Habibah, bahwa lima ratus tahun akan cukup untuk mengubur masalalu? Mereka menyanyikan lagu-lagu tentang kita wahai sahabat lama. Pemuda ini, dalam kekumuhan dan kemiskinannya, mengetahui siapa aku, megetahui siapa engkau, dan mengetahui apa yang kuperbuat padamu.” Zahra – Hal. 23

Banyak bagian dalam cerita ini yang berhasil membuat aku tahan napas, cemas, degup jantung yang cukup memburu, menghawatirkan tokoh Aladdin dan Zahra. Aku sangat suka karakter tokoh Zahra, heroik, pemberani, menonjol dan mendominasi. Sementara Aladdin sendiri aku merasa kurang kuat, karakter Aladdin dalam buku ini sedikit kurang terlihat. Aladdin terlalu penurut dan polos, walaupun sebenarnya penuh ambisi, ambisi untuk kembali membawa negerinya kembali damai.

“Aku adalah jin yang mahir, dan itu buruk. Namun kebebasan, Habiba…. Untuk kebebasan, aku bisa menjadi apa saja. Memikirkan seberapa jauh aku mampu melakukan apapun untuk meraihya membuatku ngeri. Namun, aku tidak pernah menginginkan sesuatu seperti ini sebelumnya. Jadi aku tak menggubris suara hatiku dan mengangguk pada tuanku.” Zahra - hal 95
Selain kelemahan karakter Aladdin , aku bahkan tidak menemukan cacat apapun dalam buku, baik secara fisik ataupun isi cerita. Cover yang manis dan pembatas buku yang unik. Menjadi nilai lebih.

Ending dalam cerita ini sangat diharapkan pembaca, twist yang aku sendiri sangat suka. Dimana akhirnya hanya ada kebahagiaan.
Diluar dari itu, cerita ini sedikit memberiku pembelajaran yang cukup penting, yaitu : tidak semua keinginan bisa terpenuhi dengan mudah, dan tidak semua keinginan kita yang terpenuhi memberikan hal positif untuk diri kita. J
Ini adalah buku pertama Jessica Khoury yang aku baca, untuk Jessica Khoury terima kasih karena "ucapan terima kasih" dalam bukumu di kalimat terakhir, berhasil membuat air mataku berderai. J


You Might Also Like

0 komentar

SUBCRIBE ME



Temui aku di Twitter

Pengikut